Gelar Uji Kompetensi KKNI Level IV Perdana di TUK ASSN Tuban, 20 Peserta Dinyatakan Kompeten

Tuban, lskbattraramuanindonesia.com – Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Battra Ramuan Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan Uji Kompetensi KKNI Level IV Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia Angkatan VIII yang berlangsung di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Alam Sehat Sejahtera Nusantara (ASSN) Kabupaten Tuban, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini diikuti oleh 20 peserta dari berbagai daerah dengan antusiasme tinggi. Uji kompetensi ini merupakan momentum bersejarah bagi LSK Battra Ramuan Indonesia dalam upaya meningkatkan standar kompetensi tenaga kesehatan tradisional ramuan Indonesia di wilayah Jawa Timur sekaligus memperkuat pengakuan terhadap profesi.

Ketua TUK ASSN Tuban, Sugito, SKM., M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan dan apresiasinya atas terselenggaranya uji kompetensi perdana ini di TUK ASSN. “Kami sangat bersyukur ini kali pertama menjadi tuan rumah penyelenggaraan uji kompetensi KKNI Level IV Battra Ramuan Indonesia. TUK ASSN Tuban terus berkomitmen untuk mendukung penuh pengembangan kompetensi para praktisi kesehatan tradisional agar semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” ujar Sugito di hadapan para peserta. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjangkau lebih banyak lagi praktisi pengobat tradisional di wilayah Jawa Timur.

Sementara itu, Pengawas dari unsur DPC Aspetri (Asosiasi Pengobat Tradisional Indonesia) Kabupaten Tuban, KRT. Agus Santoso, dalam sambutannya menekankan pentingnya standarisasi kompetensi bagi para pengobat tradisional di Indonesia. “Kami dari DPC Aspetri Tuban mengapresiasi langkah LSK Battra Ramuan Indonesia yang telah menyelenggarakan uji kompetensi ini. Dengan adanya sertifikasi KKNI Level IV, para tentunya menjadi modal penting pengakuan keahlian dan memiliki standar yang jelas dalam praktik pengobatan tradisional berbasis ramuan Indonesia” lanjutnya.

Salah satu penguji, Hartaty Larasaty, menyampaikan pesan dari Ketua LSK Battra Ramuan Indonesia yang menyatakan bahwa penyelenggaraan uji kompetensi ini merupakan komitmen nyata lembaga dalam mencetak pengobat tradisional ramuan Indonesia yang kompeten dan berdaya saing. “Uji kompetensi KKNI Level IV ini adalah langkah strategis untuk memastikan setiap pengobat tradisional ramuan Indonesia memiliki kompetensi yang terukur dan diakui setara dengan jenjang pendidikan diploma dua. Kami juga berpesan agar peserta tidak hanya mengejar sertifikat, tetapi benar-benar menginternalisasi ilmu dan keterampilan yang diuji untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Hartaty Larasaty.

Setelah melalui serangkaian proses penilaian yang meliputi uji teori dan praktik peracikan ramuan hingga wawancara klien mendalam, rapat pleno penguji yang terdiri dari Hartaty Larasaty dan Teguh Setiawan Wibowo setelah berkoordinasi dengan Master Penguji R.M. Alfian., Br.M., S.Tr.Kes., S.T., S.Ud., B.Med, M.Si akhirnya menyatakan seluruh 20 peserta dinyatakan “Kompeten”. Ke-20 peserta yang dinyatakan lulus tersebut adalah Achmad Mudandhany, Agnis Pondineka Ria Aditama, Aizun Maskanatul Mawla, Alfy Wahyu Pramita Sari, Endang Dwi Wulansari Roh Nila, H. Muhandis, Imam Nawawi, Irwan Candra, M. Arief Syaifuddin, Maratush Sholihah, Nurgianto, Nurul Khayati, Reshan Murich, Reynold Pranata, RR Ratih Puspitaningdyah, Siti Indah Tawang Lestari Roh Nila, Siti Masitoh, Soekanto, Stepanie Ayu Pradipta, dan Sudi Hariyadi.

Dengan dinyatakannya seluruh peserta kompeten, maka peserta berhak memperoleh gelar Battra Ramuan Madya (Br.M) dari DPP Aspetri dan berharap para lulusan dapat mengaplikasikan kompetensi yang didapat dengan sebaik-baiknya di masyarakat serta turut serta dalam pengembangan kesehatan tradisional berbasis ramuan Indonesia. Kegiatan uji kompetensi yang berlangsung lancar dan kondusif ini menjadi awal yang baik bagi sinergi antara LSK Battra Ramuan Indonesia, TUK ASSN Tuban, dan DPP Aspetri dalam mencetak tenaga kesehatan tradisional ramuan Indonesia yang profesional dan bersertifikat nasional. (Kel)

 

 

Scroll to Top